Skip to content

Orang Jawa “Naik” Dari Tanah (2)

Setelah kita membahasa perabotan, sekarang kita lihat cara orang China saat membangun pecinan-pecinan di Jawa.

Rombongan orang Eropa yang pertama mendarat di Banten pun mengagumi kualitas rumah-rumah di Pecinan, beserta tata letaknya. Dengan hadirnya Pecinan, bahkan sebelum masuknya arsitektur Eropa, masyarakat Jawa perkotaan belajar teknologi yang lebih maju tentang arsitektur rumah, di antaranya:

-          Rumah orang Jawa yang sebelumnya beralas tanah dan tidak higienis, China memperkenalkan ubin (dari kata ­you-mian yang dilafalkan yiubbin, lalu lidah Jawa bilang ‘njubin‘)

-          Tembok, dan atap dari genting.

-          ‘Loteng’ : dari lou-ding (dilafalkan lao-ding),  memungkinkan untuk menahan panas ruangan dan mengisolasi lantai dasar. Kadang digunakan tidur pada malam hari.

-          ‘Cat’, teknik mewarnai tembok juga berasal dari China

-          ‘Engkah’ (lem kayu), dan juga gincu.

Arsitektur rumah Pecinan juga memberi sumbangan teknis besar dengan hadirnya kebun/taman di rumah. Mereka berusaha menata ruang rumahnya dengan konsepsi-kebun mikrokosmos tertentu. Alam, dijinakkan dan dihadirkan di dalam rumah, lazimnya dalam bentuk tanaman perdu dalam pot, kandang burung dan aquarium.

Kemudian yang terakhir adalah sumbangsih teknologi keramik, yang sampai saat ini masih menjadi barang yang sangat bernilai.

 

Rahayu,

*******

2 Comments

  1. MasJun wrote:
    wah, matur nuwun infonya. :)
    Friday, August 30, 2013 at 8:08 pm | Permalink
  2. oke masjun….*uncali njubin
    Friday, August 30, 2013 at 8:24 pm | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*