Skip to content

Jadi, Siapakah Leluhur Kita? – Yang Selalu Terbarukan (3)

Jawaban atas pertanyaan tersebut belum terlalu memuaskan sampai sekarang. Bagaimanakah muasal peradaban masyarakat Jawa? Siapakah yang pada awalnya menuliskan sejarah silsilah manusia Jawa ini?

Setidaknya ada 3 kali proses pembaruan catatan silsilah kerajaan dan masyarakat Jawa, era Hindu, Islam, Eropa. Mari di uthek-uthek dari awal, mulai jaman invasi ras Arya yang berniat meng-India-kan pulau Jawa…

- Kita awali dengan legenda Aji Saka. Alkisah Aji Saka adalah seorang putra brahmana yang datang dari Jambudvipa (India) tepatnya daerah Shaka (King of Shaka). Konon pada saat kedatangaan Aji Saka ke Jawa, dia berperang mengalahkan pasukan raksasa di Jawa pimpinan Dewata Cengkar. Setelah semua raksasa dikalahkan, kemudian dia menjadi raja di Medang Kamulan (dekat Puwodadi), dan menjadi raja pertama yang menguasai tanah Jawa.

Ceritanya, Aji Saka kemudian menciptakan aksara Jawa, dan membuat perhitungan tarikh penanggalan baru, yang dinamai tahun Saka. Dan kerajaan pertama di jawa serta peradabannya dimulai dari kedatangan Aji Saka.

Aji Saka = simbol invasi bangsa Arya(???)

Dewata Cengkar = pribumi jawa(???)

- Lalu ada lagi tafsir Indianisasi dari naskah Tantu Panggelaran abad 16 (naskah ini banyak diburu oleh orang yg belajar ngelmu dukun, karena berisi petunjuk lokasi pertapaan-pertapaan ampuh di Jawa). Di sini diceritakan asal mula Siva (Bhatara Guru) pergi ke Dieng untuk semedi dan meminta Brahma serta Wisnu menciptakan penghuni di Jawa. Brahma menciptakan laki-laki dan Wisnu perempuan. Lalu semua Dewa dari India pindah boyongan ke Jawa dan sekalian memindahkan markasnya-gunung Meru dari India ke Jawa, ke gunung Penanggungan.

- Ketiga, Indianisasi dengan menciptakan kembali geografi India ke Jawa melalui cara mutasi nama tempat-tempat di India dari bahasa Sansekerta ke Jawa, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lihat peta yang ada dalam buku Raffles “History of Jawa” di bawah ini. (maaf kalau scanningnya kurang bagus)

002

001

—–

Kemudian datanglah Islam ke Jawa, yang mengakibatkan terjadinya proses pembaruan besar-besaran dalam penulisan sejarah silsilah Jawa. Tokoh-tokoh Islam masuk berdesak-desakan dengan para leluhur Hindu yang sudah kebacut jadi nenek moyang orang Jawa selama berabad-abad. Pada babad-babad pasca Islam (silahkan baca Babad Tanah Jawi, yang paling populer), kisah nabi-nabi dari Al-Quran dibaurkan dengan silsilah dewa dan satria Veda. Nanti akan ketemu bahwa orang Jawa itu keturunan Nabi Adam + Bhatara Siwa + Arjuna + Nabi Muhammad.

Silsilah yang modhal-madhul di atas menjadi populer dan diterima di Jawa, para leluhur gabungan nabi dan pandawa tersebut dipercaya, dihormati, disembah, ditempatkan posisinya suci “di atas sana”.

Tiba-tiba semua berubah lagi. Saat para leluhur tenang-tenang bersemayam di atas sana, orang-orang Eropa datang dan “menurunkan” nenek moyang kita ke dalam tanah.

Anda masih ingat nama-nama seperti Von Koenigswald dan Eugène Dubois yang hobi menggali itu? Di Sangiran, Trinil, Jetis, Ngandong dll, sampai akhirnya tulang-belulang leluhur manusia Jawa ditemukan di sana. Penemuan manusia purba ditambah paham-paham Eropa tentang evolusi-genetik-migrasi manusia akhirnya mematahkan mitos nenek moyang versi Hindu dan Islam, dan membarukan sejarah peradaban Jawa.

[sumber : wikipedia, buku Nusa Jawa Silang Budaya Jilid 3 (Lombard), History of Java (Raffles)]

rahayu,

*******

 

8 Comments

  1. MasJun wrote:
    waiki, apik. asline iso ditarik sopo garis keturunane sopo wae.

    aku pernah pas selo nggoleki sopo garis keturunanku. tapi sayangnya jaman dulu leluhur itu tidak mempunyai catatan tertulis. mungkin budaya menulis waktu itu belum ada, jadi belum terdokumentasikan atau emang leluhur jaman dulu emang keset dan lebih seneng ke budaya gethok tular daripada menulis?

    Monday, July 29, 2013 at 4:17 pm | Permalink
  2. : coba goleki neng silsilah Keluarga Bebek, biasane ono neng edisi nostalgia
    Monday, July 29, 2013 at 4:23 pm | Permalink
  3. temukonco wrote:
    Woh situ ada buku History of Java-ne Raffles to? Saya nggolek di toko2 buku wis ndak ada e.. Ketokke nek tak silih meriah itu.. :D
    Monday, July 29, 2013 at 4:32 pm | Permalink
  4. coba ke toko buku online mas, di bukukita.com ketoke isih ada.
    Monday, July 29, 2013 at 4:34 pm | Permalink
  5. MasJun wrote:
    Paksi: Sik, iki tenan opo ra? aku takon iki. :|

    anu, asline koyo yen diurut seko asal muasal leluhur kuwi kan iso to? koyo contone wong Pati(omonge sih seko Portugis, Arab, Tionghoa dan India) mbuh bener opo ra. Trus seko makanan kuwi jane iso diurut seko ngendi wae leluhure dewe. tapi ndak ngerti bener opo ra. Mungkin karena wong jaman ndisik ra seneng nulis kuwi mau. *keseriusen*

    Monday, July 29, 2013 at 4:39 pm | Permalink
  6. wah saya belum tau itu, coba nanti kita baca2 lagi, menarik itu nek kuliner bisa buat nurut silsilah
    Tuesday, July 30, 2013 at 3:41 am | Permalink
  7. Sak retiku kie nenek moyang kita dari Yunan cerak Cina koyo. Jadi kita ini orang Cina, yang diIndia-Indiakan. Kemudian berIslam. Terakhir ketambahan bumbon Eropa. Nek corone masakan, mungkin kita ini capcay..
    Wednesday, July 31, 2013 at 9:32 am | Permalink
  8. nah itu dia, teori tentang migrasi itu masih terlalu simpang siur. Kalau ras, memang beberapa cenderung mongoloid,tapi budaya dan peradabannya yg ngimpor dari mana-mana.

    ini ada quote berima (asiiiik)
    “gara-gara eropa,
    leluhur orang Jawa dulunya dewa,
    sekarang jadi kera”

    :)

    Wednesday, July 31, 2013 at 12:21 pm | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*