Skip to content

YANG SELALU TERBARUKAN (2)

ORANG JAWA MEMAKAI BAJU

(banyak mengutip Denys Lombard, 1990)

Pada relief-relief Hindu-Jawa, termasuk relief Majapahit, tergambarkan bahwa laki-laki dan perempuan pada zaman itu hanya mengenal kain lipat (selubung). Pemunculan pakaian yang pas, terutama pantalon dan kebaya, terjadi lambat laun sejak abad ke-15 sampai 16. Di situ terjadi transformasi budaya besar-besarnya saat awal bangkitnya masyarakat perkotaan, yang ternyata lebih pemalu dalam berpakaian.

Pengaruh kebudayaan lain jelas kentara pada teknologi berpakaian kita pada saat itu. Kita lihat saja dari etimologinya, celana (dari bahasa Hindi), baju (Parsi), kebaya (kaba “pakaian” –Arab, namun diperkenalkan melalui bahasa Portugis). Sama halnya dengan celana hitam lebar yang sering kita lihat dipakai oleh petani Sunda dan Madura, itu berasal dari pakaian orang Kanton.

Teknologi pakaian jahit, dan peralatannya juga kita impor dari China (sampai hari ini). Jarum dan benang itu dibawa oleh pedagang-pedagang China Selatan. Setrika juga dikenalkan oleh budaya China, [strika (strijken – Belanda)]. Bahkan hal kecil seperti teknologi penggunaan kancing bajupun kita impor dari negeri lain.

Kita ke alas kaki. Bangsa kita adalah adalah bangsa cekeran sebelum datangnya bakiak (theklek kayu) yang berasal dari China, yang lalu menjadi sandal, kemudian disusul teknologi dari Barat (samudra Hindia) yang merapikan pembungkusan alas kaki kita, sehingga menjadi apa yang kita sebut sepatu saat ini.

SETHITHIK BATIK

Kita ke busana yang lagi booming, BATIK. Bagaimana dengannya? Rupanya masih perlu kajian yang sangat dalam.

Sejarah dan asal-usulnya masih sangat gelap. Namun harus dicatat bahwa teknik batik hanya didapati di Jawa, itupun di jaman-jaman belum lama ini. Th Pigeaud memastikan bahwa batik baru disebut sekitaran abad 18, tidak disebutkan dalam teks-teks di sekitaran abad 14 (teks era majapahit dan kerajaan Hindu Jawa lain). Dari sumber Belanda, kata batik paling kuno ditemukan di taun 1641 ‘batikken’. Argumen yang mengatakan batik berasal dari China (sebagian masih berpendapat berasal dari India) juga masih sangat gelap sumbernya.

Meskipun asal-usulnya masih simpang siur, tapi di Jawa perkembangan awal batik memang digerakkan oleh para pendatang China yang bermukim di pesisir Utara, khususnya Lasem dan Cirebon, dan mereka membawa motif-motif khas Tiongkok ke Jawa. Seperti motif batik awan China (mega mendhung), motif kebun (tamansari). Untuk sejarah batik lebih lengkap, silhakan lanjut melalang buana di dunia maya, karena sudah banyak yang menuliskannya.

Tampaknya, bangsa China jelas berperan dalam perkembangan mode.

*tambahan info : sumber-sumber dari China dari abad XII, sudah membicarakan ekspor sutra ke Jawa

Rahayu,

*******

6 Comments

  1. bokir wrote:
    untuk pakaian asali warga pulau jawa, Inyong jadi teringat satu jurnal Ilmiah bernama JAWA berbahasa belanda yg terbit pada abad akhir IX, bisa ditengok di perpust sastra Undip (kalau belum dicuri orang) | dlm jurnal tsb ada photo berikut penjelasan kain dari kulit kayu sebagai pakaian asali warga pulau Jawa…
    Tuesday, July 16, 2013 at 2:54 am | Permalink
  2. nice info, coba nanti kami kaji lebih jauh
    Tuesday, July 16, 2013 at 7:26 am | Permalink
  3. MasJun wrote:
    waaa..apik ini.. etapi tentang yang asli dari Indonesia itu emang dikit ya Pal? Ketoke kok kabeh karena “diperbarui” oleh orang aslinya.

    Koyo contohnya Soto, baru tau kalau Soto itu juga aslinya bukan dari Indonesia, dari China. Namanya Chaudo(kalau ndak salah) dibawa oleh Orang China di Semarang. Lalu merembet2 seperti itu ke daerah lain.

    Apik ini.. Blogroll sikk paaal..

    Thursday, July 18, 2013 at 6:08 am | Permalink
  4. sepertinya sudah kodratnya kalau nusantara itu bakal menjadi persilangan aneka budaya yang lewat
    Thursday, July 18, 2013 at 6:54 am | Permalink
  5. adi sunata wrote:
    jadi dulu mungkin leluhur kita itu masih wuda dan nyeker ketika perahu pertama dari tanah seberang datang, kemudian mungkin juga cerita kita lebih bagus daripada ceritanya bangsa indian ketika ketemu colombus dan rekan2nya…..yang nyaris punah….
    Thursday, July 18, 2013 at 7:31 am | Permalink
  6. bisa jadi…bisa jadi….cuman belum ketahuan aja gimana dulu awalnya
    Thursday, July 18, 2013 at 7:36 am | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*