Skip to content

CILIKAN – Fakta kecil sekitaran bahasa Jawa Kuna

Fakta kecil sekitaran bahasa Jawa Kuna

  1. Karya sastra Jawa Kuna adalah yang tertua di antara sastra lain di Nusantara (abad 9-10)
  2. Bahasa Sansekerta yang banyak membarui bahasa Jawa, bukanlah bahasa India sehari-hari
  3. Saat ini belum ada yang tahu bagaimana cara mengucapkan, artikulasi, atau pronunciation bahasa Jawa Kuna/Kawi. Karena sumber yang tersisa hanyalah tulisan
  4. Bahasa Sansekerta pun sudah tidak dipakai di India sebagai bahasa percakapan, sejak 10 abad pertama masehi. Hanya dipakai sebagai bahasa sastra di kalangan istana dan keagamaan.
  5. Pada jaman dulu, memakai kata Sansekerta dan Jawa Kuna untuk menamai seseorang atau sesuatu itu menjadi mode, dan meningkatkan status sosial. Gejala tersebut masih banyak dipakai para presiden awal kita untuk istilah-istilah militer.
  6. Bahasa Sanskrit yang diserap bahasa Jawa Kuna, banyak yang berubah maknanya karena perbedaaan keadaan. Misal ‘hima’ [Skt : salju, embun beku], di Jawa kuna berubah arti jadi ‘kabut’. Karena susah untuk menjelaskan bentuk salju pada orang Jawa.
  7. Jawa kuna = Jawa Kawi. ‘kawi | kavi [Skt] : berarti sastrawan, penyair, brahmana, pujangga. Maka disebut bahasa Jawa kawi sebab digunakan para penyair dalam menulis puisi jawa, kakawin’. (‘kavya’ [Skt] = puisi)
  8. Peninggalan sastra Jawa Kuna dan Pertengahan banyak yang masih selamat dan lestari di Bali, sampai saat ini masih ada yang menyalin dan menulis ulang.
  9. Awalnya arti ‘perbedaan’ pada ‘bhinneka tunggal ika‘ dalam Sutasoma mengacu pada ‘perbedaan antara Hindu dan Buddha’. Karena pada saat itu kedua agama tersebut menjadi agama resmi kerajaan Majapahit
  10. Istilah ‘Jawa’ sudah muncul dalam kitab Ramayana India, ‘javadvipa’ yang artinya  pulau Jawa.
  11. Huruf ‘v’ dalam bahasa Sanskrit berubah jadi ‘w’ dalam bahasa Jawa.
  12. Bahasa Jawa Kuna-Jawa Pertengahan-Jawa baru, bukanlah pembagian menurut periode waktu, namun pembagian bahasa menurut perbedaan linguistik
  13. Petrus Josephus Zoetmulder (Belanda) pakar Jawa Kuna generasi perintis Sastra Jawa UGM, nyaris terbunuh pada jaman revolusi kemerdekaan oleh seorang laskar di Pastoran Kemetiran, .
  14. Naskah Jawa Kuna banyak ditulis di daun lontar (Borassus flabeli-formis) yang dikeringkan. Ron (daun), tal (pohon). Mengalami metathesis menjadi kata ‘lontar’
  15. Para ‘Kawi’ (penyair) mempunyai kedudukan terhomat diantara para abdi dalem lain di kraton-kraton jaman dulu.

 

Rahayu,

*******

4 Comments

  1. ciu bottle wrote:
    sangar prabs!!!!

    LANJUTKEUN =)))

    Monday, July 15, 2013 at 9:16 pm | Permalink
  2. tur nuwun
    Tuesday, July 16, 2013 at 7:27 am | Permalink
  3. temukonco wrote:
    woh dahsyat iki.. entuk akeh informasi anyar seka kene :D
    Thursday, December 26, 2013 at 6:40 am | Permalink
  4. Ayo mas iwan, nyumbang tulisan :-)
    Thursday, December 26, 2013 at 7:10 am | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*